Empat Pilar dan Kebudayaan Bangsa Jadi Sorotan Maruli Siahaan dalam Sosialisasi di Medan Sunggal

topmetro.news, Medan – Upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi terus dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Kombes Pol (Purn) Dr Maruli Siahaan SH MH sebagai narasumber dan diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta pegiat budaya.

Dalam pemaparannya, Dr Maruli Siahaan menekankan bahwa di era digital yang serba cepat saat ini, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI—yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika—menjadi semakin penting untuk menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membawa banyak kemudahan, tetapi juga berpotensi memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dan kebangsaan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki landasan yang kuat agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman budaya.

“Empat Pilar MPR RI bukan hanya menjadi dasar kehidupan berbangsa, tetapi juga menjadi penopang bagi keberlangsungan budaya bangsa. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, kita harus mampu menjaga identitas dan nilai-nilai luhur yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia,” ujar Dr Maruli di hadapan para peserta.

Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan kebudayaan sekaligus memanfaatkan teknologi secara positif. Menurutnya, media digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga warisan budaya bangsa. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, kita dapat memperkenalkan budaya lokal, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi, terutama ketika membahas bagaimana nilai-nilai kebangsaan dan budaya dapat tetap relevan di tengah perubahan zaman. Beberapa peserta juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pendidikan kebangsaan yang mampu menjangkau generasi muda di era digital.

Menutup kegiatan tersebut, Dr Maruli Siahaan mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga persatuan serta melestarikan budaya sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI.

“Selama kita tetap berpegang pada Pancasila, menghargai keberagaman, dan menjaga budaya bangsa, Indonesia akan terus berdiri kokoh sebagai negara yang kuat dan bermartabat,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kesadaran masyarakat Kecamatan Medan Sunggal, khususnya generasi muda, akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus melestarikan kebudayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

sumber | RELIS

Related posts

Leave a Comment